Mylittlesecretllc – Di penghujung Maret lalu, NVIDIA mendemonstrasikan seri GeForce terbarunya dalam sesi informasi media online. Sorotan dari peluncuran produk ini adalah maraknya seri GeForce RTX SUPER di laptop, dan juga update kecil dari lini laptop kelas menengah ke bawah yaitu GTX 1650 Ti dengan GDDR6. Pembaruan tersebut dilakukan oleh NVIDIA untuk memperkuat jajaran produknya di laptop. NVIDIA sendiri menyadari bahwa kebutuhan akan GPU bertenaga pada laptop semakin meningkat, seiring dengan semakin banyaknya pengguna yang lebih memilih menggunakan laptop untuk berbagai kreasi pekerjaan yang digunakan untuk kebutuhan pelajar maupun para gamer. Tidak jarang pengguna kelas ini sudah memiliki solusi desktop yang kuat, tetapi mereka masih membutuhkan laptop yang cepat untuk dibawa.

Berita teknologi komputer dari rangkaian produk baru ini adalah masuknya berbagai model laptop dengan laptop RTX 2060 di kelas USD 999. Karena GeForce RTX 2060 adalah GPU RTX termurah saat ini, penggunaan GPU RTX di laptop tentunya akan lebih luas dari banyak laptop di kisaran harga seperti perkiraan NVIDIA. Ini termasuk pengguna yang memanfaatkan fakta bahwa GeForce RTX memiliki dukungan DirectX 12 Ultimate, yang membuat perangkat sedikit lebih tahan masa depan, bermanfaat bagi pengguna yang mengupgrade laptop mereka hanya sekali dalam 3-4 tahun. Tampaknya Boost Clock dan TGP dari GPU ini bervariasi, dan ini berarti bahwa semua lini produk GeForce akan memiliki versi Max-Q.

Bagi Anda yang belum terbiasa dengan Max-Q, singkatnya versi Max-Q merupakan set GPU NVIDIA dengan fokus pada efisiensi daya atau performa per watt, ini akan sedikit mengorbankan kecepatan dan performa. mengurangi daya dan produksi termal, memungkinkan faktor bentuk yang lebih tipis dan lebih ringkas. Teknologi Max-Q sendiri telah mendapatkan beberapa pembaruan untuk meningkatkan efisiensi, seperti teknologi Dynamic Boost, penggunaan tegangan rendah GDDR6, dan lain sebagainya. (Materi ini akan dibahas nanti dalam pembahasan terpisah)

Dua laptop RTX SUPER baru, RTX 2080 Super andalan dengan 3072 shade unit (CUDA Core), dan RTX 2070 SUPER dengan 2304 Shader unit, memiliki jumlah shade unit dan memory bus width yang sama dengan versi desktop. Perbedaan awal adalah versi laptop SUPER 2080 hanya mendapat GDDR6 14 Gbps, bukan GDDR6 15,5 Gbps cepat yang ditemukan di versi desktop. Perbedaan berikutnya dari GPU laptop ini adalah peringkat TGP (“TDP”) yang lebih rendah, dan tentu saja penurunan TDP ini akan menurunkan peringkat kecepatan clock secara keseluruhan.

Kami sangat terkejut melihat NVIDIA mengatakan bahwa versi RTX 2080 SUPER Max-Q dapat diatur hingga 80W TGP, meskipun versi tertinggi dapat naik hingga 150W atau lebih. Perbedaan besar ini membuat kami berharap vendor laptop lebih transparan dalam memberikan informasi TDP / TGP dari GPU yang mereka gunakan, karena hal ini akan sangat mempengaruhi kecepatan clock dan performa. GeForce GTX 1650 mendapatkan update yang signifikan: pada akhirnya akan ada versi GTX 1650 yang mendapatkan GDDR6, yang akan memberikan performa yang cukup ekstra, karena Turing GPU dikenal memiliki skala yang bagus dengan bandwidth memori yang tinggi. Selanjutnya adalah versi GTX 1650 Ti dengan 1024 CUDA Cores dan GDDR6, memiliki spesifikasi yang lebih besar untuk shading unit dibandingkan dengan beberapa desktop lama GTX 1650 yang hanya memiliki 896 CUDA Cores.

Semoga perbedaan versi GTX 1650 pada laptop ini akan disertai dengan label produk yang jelas, karena nama produk ‘GTX 1650’ dapat menimbulkan kebingungan saat pembelian, dimana terdapat versi berbeda dari GTX 1650 dengan bayangan yang berbeda (896 Shader dan 1024) Shader), serta konfigurasi RAM juga berbeda (4GB GDDR5 versus 4GB GDDR6). Belum terlihat apakah GTX 1650 Ti juga akan hadir di desktop, karena di desktop sendiri sudah ada GTX 1650 SUPER dengan 1280 Shader dan GDDR6 yang menurut spesifikasinya terlihat jauh lebih kokoh dibanding laptop GTX 1650 Ti.